Semikonduktor (Part 2)
3. Kristal Silikon
Saat atom-atom silikon bergabung menjadi bentuk padat,
atom-atom tersebut akan tersusun menjadi pola yang rapi yang disebut kristal. Setiap
atom silikon membagi elektron-elektronnya dengan atom silikon lain sedemikian
rupa untuk menjadi memiliki delapan elektron pada orbit paling luar seperti
pada gambar. Setiap atom memiliki delapan elektron pada orbit terluar seperti
gambar, atom secara kimiawi akan menjadi stabil. Lingkaran abu-abu menunjukkan
inti silikon. Walaupun pusat atom sesungguhnya memiliki empat elektron valensi,
atom tersebut sekarang memiliki delapan elektron valensi.
Ikatan Kovalen
Setiap atom yang berdekatan saling membagi elektron dengan
atom pusat. Pada hal ini, atom pusat memiliki empat tambahan elektron,
membuatnya menjadi memiliki delapan elektron valensi. Sesungguhnya,
elektron-elektron tersebut tidak lagi milik satu atom saja; elektron-elektron
tersebut sekarang dibagi oleh atom yang saling berdekatan.
Pada gambar tersebut, setiap inti memiliki muatan +4. Perhatikan
bagian pusat inti dan sebelah kanannya. Kedua inti ini menarik sepasang
elektron di antara mereka dengan gaya yang besarnya sama dan berlawanan arah. Penarikan
pada arah yang berbeda ini lah yang menahan atom-atom silikon.
Karena setiap elektron yang dibagi pada gambar tersebut
ditarik dengan gaya yang berlawanan arah, elektron terikat di antara dua inti
yang berlawanan. Tipe ikatan kimia ini desebut ikatan kovalen. Pada kristal
silikon, terdapat bermilyar-milyar atom silikon, masing-masing dengan delapan
elektron valensi. Elektron-elektron valensi ini adalah ikatan kovalen yang mengikat
kristal, yang menghasilkan kepadatan.
Tidak Lebih dari Delapan Elektron Valensi
Setiap atom pada kristal silikon memiliki delapa elektron
valensi. Kedelapan elektron valensi ini menghasilkan kestabilan kimia yang
dihasilkan dari bagian padat bahan silikon.
Orbital valensi dapat menahan tidak lebih dari delapan
elektron. Oleh karena itu, elektron valensi akan terisi penuh saat ada delapan
elektron. Selain itu, kedelapan elektron itu diseut elektron ikatan karena
elektron-elektron tersebut ditahan oleh atom dengan kuat. Karena elektron-elektron
ikatan ini , kristal silikon adalah isolator yang hampir sempurna pada suhu
ruangan (±25°C)
Enegi Panas dapat Membuat Hole
Suhu ambient adalah suhu di sekeliling udara. Saat suhu
ambient berada di atas nol mutlak (-273K), energi panas dari sekeliling udara
menyababkan atom-atom pada kristal silikon bergetar. Semakin besar suhu
ambient, semakin besar pula getaran atom-atom tersebut.
Getaran atom-atom silikon kadangkala dapat mengeluarkan
elektron dari orbit valensi. Saat hal tersebut terjadi, elektron yang keluar
mendapat energi yang cukup untuk pergi menuju orbit yang lebih besar seperti
yang ditunjukkan gambar. Pada orbit yang lebih besar ini, elektron menjadi
elektron bebas. Selain itu, tempat yang ditinggalkan elektron tersebut
meninggalkan kekosongan pada orbit valensi yang disebut hole. Hole ini
berkelakuan seperti muatan positif karena hole ini akan menarik dan menangkap
setiap elektron pada sekitarnya.
Rekombinasi dan Lifetime
Pada kristal silikon murni, jumlah elektron bebas dan hole
yang muncul dengan jumlah yang sama dihasilkan oleh energi panas. Elektron bebas
berpindah secara acak di seluruh kristal. Kadang-kadang, elektron bebas akan
mendekati hole karena tertarik, dan akhirnya jatuh ke dalam hole. Penggabungan dari
elektron bebas dan hole ini disebut dengan rekombinasi.
Jumlah waktu antara pembentukan dan hilangnya elektron bebas
disebut lifetime. Hal tersebut terjadi selama antara beberapa nano detik hingga
beberapa mikro detik, tergantung seberapa sempurunanya kristal dan faktor
lainnya.
Label: Electronics



0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda